NAMA : M.ZAKIR TAZKIATUN NAF
NRP : 23-2014-110
KELAS : c
Diskontinuitas
Mohorovicic
Diskontinuitas Mohorovicic adalah
batas antara Kerak Bumi dan Mantel Bumi.
Gambar struktur internal lapisan
pembentuk bumi (USGS) – Diskontinuitas Mohorovicic (garis merah) ditambahkan
oleh Geology.com
Dalam ilmu geologi, istilah
‘diskontinuitas’ digunakan untuk menunjukkan lapisan imaginer yang menjadi
batas perubahan cepat rambat gelombang seismik. Pada Kerak Samudera, lapisan
ini berada pada kedalaman sekitar 8 kilometer. Sedangkan pada Kerak Benua, pada
kedalaman sekitar 32 kilometer. Pada diskontinutas ini, gelombang seismik
berakselerasi. Lapisan imaginer inilah yang disebut Diskotinuitas Mohorovicic,
atau lebih sederhananya dikenal sebagai Moho.
Bagaimana Moho Ditemukan?
Bagaimana Moho Ditemukan?
Diskontinuitas Mohorovicic
ditemukan pada tahun 1909 oleh Andrija Mohorovicic, seorang ahli kegempaan dari
Kroasia. Dia menemukan bahwa cepat-rambat gelombang seismik bergantung pada
densitas material yang dilaluinya. Dia menginterpretasikan terjadi perubahan
kecepatan dari gelombang seismik seiring dengan perubahan komposisi material
pembentuk bumi. Perubahan kecepatan tersebut tentu disebabkan oleh hadirnya
material dengan densitas yang lebih tinggi pada kedalaman perut bumi. Semakin
tinggi densitas suatu material, semakin cepat pula gelombang seismik merambat
melaluinya.
Material pembentuk bumi yang
densitasnya lebih rendah, yang berada pada lapisan terluar, kemudian dikenal
sebagai Kerak Bumi. Sedangkan material di bawahnya yang mempunyai densitas
lebih tinggi dikenal sebagai Mantel Bumi. Melalui perhitungan densitas yang
teliti, Mohorovicic menyimpulkan bahwa Kerak Samudera Basaltik dan Kerak Benua
Granitik ditopang oleh material yang serupa dengan batuan kaya-olivin, seperti
Peridotite.
Seberapa Dalamkah Moho Itu?
Seperti dijelaskan sebelumnya,
kedalaman Moho di bawah Kerak Samudera adalah sekitar 8 kilometer. Sedangkan di
bawah Kerak Benua sekitar 32 kilometer. Mohorovicic kemudian menggunakan
penemuannya tersebut untuk mempelajari variasi ketebalan daripada Kerak Bumi.
Dia menemukan bahwa Kerak Samudera relatif memiliki ketebalan yang seragam,
sedangkan Kerak Benua memiliki ketebalan yang bervariasi, lebih tebal pada
sabuk pegunungan dan menipis pada dataran.
Peta di bawah menggambarkan
kontur ketebalan dari Kerak Bumi. Perhatikan pada bagian kontur yang lebih
tebal (warna merah dan coklat gelap), menunjukkan jajaran pegunungan yang
terkenal di dunia, seperti Pegunungan Andes (Amerika Selatan bagian barat),
Pegunungan Rocky (Amerika Utara bagian barat), Pegunungan Himalaya (Asia
Tengah, India sebelah utara) dan Pegunungan Ural (utara-selatan antara Eropa
dan Asia).
Peta ketebalan dari kerak bumi
(USGS)
Apakah Ada Orang Yang Pernah
Melihat Moho?
Belum ada yang dapat menembus
cukup dalam ke perut bumi untuk melihat Moho. Dan belum pernah ada sumur
pengeboran yang yang sampai pada kedalaman Moho. Melakukan pengeboran sampai
kedalaman Moho tentu sangat mahal dan beresiko tinggi, karena temperatur dan
tekanan yang ekstrim pada kedalaman tersebut. Pengeboran terdalam yang pernah
dilakukan berlokasi di Tanjung Kola, Uni Soviet. Kedalamannya sekitar 12
kilometer. Pengeboran Moho pada Kerak Samudera juga tidak pernah berhasil.
Ada beberapa lokasi langka dimana
material dari mantel bumi tersingkap ke permukaan melalui proses tektonik. Pada
lokasi ini, dapat dijumpai batuan penyusun lapisan batas kerak dan mantel bumi.
Salah satu foto dari lokasi ini seperti yang ditampilkan di bawah ini.
Ophiolite berumur Ordovisian di
Taman Nasional Morne, Newfoundland. Batuan penyusun mantel bumi tersingkap ke
permukaan. (GNU Free Documentation License Image).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar